MIRZA CENTER

Entries categorized as ‘Politik’

Pengiriman Mujahidin ke Jalur Gaza Hanya Menambah Masalah

10 Januari 2009 · 1 Komentar

Wawancara Dubes Palestina Fariz Mehdawi:

JAKARTA–MI: Seiring makin brutalnya serangan Israel ke Jalur Gaza, hingga korban jiwa hari ke-14 ini mencapai angka 700-an orang, simpati kepada Palestina muncul di mana-mana. Di Indonesia, unjukrasa mengecam agresi Israel marak. Tidak sedikit yang sudah siap ‘kontrak mati’ membantu perjuangan Palestina. Untuk mengetahui sejauhmana Palestina membutuhkan tenaga bantuan (Mujahidin) untuk bertempur melawan Israel, Mario Aristo dari mediaindonesia.com mewawancarai Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi di kantornya, Jalan Diponegoro Nomor 59, Jakarta Pusat, Selasa (6/1) siang. Berikut petikan selengkapnya:

Bagaimana Anda melihat reaksi berbagai kelompok yang berencana mengirimkan pejuang-pejuang Islam ke Gaza?

Memang hal itu juga merupakan sebuah reaksi natural yang muncul pada diri beberapa orang. Itu sangat natural. Namun sebaiknya kembali dipikirkan, apakah niat tersebut positif, membangun, berguna, dan benar-benar diperlukan?

Kami sangat menginginkan pendekatan praktis sebagai solusi. Pendekatan praktis tersebut adalah menghentikan pertikaian. Sedangkan ada beberapa orang yang ingin membantu dengan jalan berperang melawan Israel. Namun apa yang kami lakukan saat ini adalah untuk menghentikan pertikaian, bukan melanjutkan pertikaian. Sehingga pengiriman pejuang-pejuang akan menjadi tidak objektif.

Jika Indonesia mengirimkan pejuang Islam (Mujahidin) ke Palestina, itu tidak akan menyelesaikan masalah, tapi menambah masalah. Karena kita ingin menyelesaikannnya (pertikaian) dengan baik-baik, bukan dengan berperang.

Bagaimana peran Indonesia dalam konflik Israel-Palestina?

Indonesia telah dikenal berperan sebagai pihak yang memberi respon-respon berupa gagasan positif dalam berbagai persoalan di kancah internasional. Indonesia tidak menjadi bagian dari sebuah masalah tersebut, juga tidak berpartisipasi dalam pertikaian di manapun, namun menjadi bagian dari sebuah solusi. Melalui caranya tersebut, Indonesia diharapkan dapat menghadirkan situasi damai dan stabilitas di lokasi pertikaian.

Apa yang menurut Anda dapat Indonesia lakukan?

Indonesia, sebagai salah satu negara yang diperhitungkan di politik dunia, diharapkan dapat memobilisasi negara-negara lain untuk memberikan tekanan yang tepat pada Israel mengenai serangannya terhadap Gaza. Bekerjasamalah dengan negara-negara lain.

Secara umum, sangat banyak yang dapat dilakukan Indonesia, dan negara-negara lain seperti negara-negara Islam. Ada berbagai alat atau cara yang dapat dijadikan tekanan terhadap Israel. Namun hingga kini mereka belum menggunakannya, belum memanfaatkan isu ekonomi, isu masalah energi, hingga isu cadangan finansial. Sangat banyak cara-cara potensial yang belum dilakukan dari tangan kita.

Jika negara-negara lain benar-benar mengerahkan dan mengatur seluruh daya yang tersedia, saya yakin rakyat Palestina akan terbebas dari berbagai masalah. Melalui sebuah resolusi yang final, akan tercipta kedamaian juga tak hanya di Palestina, namun juga di seluruh Timur Tengah dan dunia.

Kategori: Agama · Politik

Memilih Pemimpin

9 Desember 2008 · 1 Komentar

Setiap kali kita diajak memilih (memilih apa saja) selalu ada kebingungan menyelinap di celah-celah kewaspadaan, harapan, kepentingan, kekhawatiran dan tuntutan moral. Memilih tidak gampang. Setiap keputusan yang kita ambil untuk memilih akan ada konsekuensinya, baik atau pun buruk. Kita selalu dibayang-banyangi oleh akibat yang akan terjadi sebagai hasil pemilihan yang kita lakukan. Tetapi, bagaimana pun, memilih telah merupakan bagian dari hidup, tidak ada jalan lain (dalam banyak hal kita harus memilih). Sebagian orang ingin lari dari tindakan memilih, karena mungkin menganggap dengan cara seperti itu ia telah terlepas dari tuntutan moral ketika ia tidak menemukan pilihan yang tepat. Sebenarnya memilih untuk tidak memilih adalah juga sebuah pilihan dan tentu ada konsekuensinya. (lagi…)

Kategori: Politik

Kenapa Hillary Tak Buat Partai Baru

8 September 2008 · & Komentar

Oleh : Rismal Hadi, Praktisi pemerintahan, pemerhati politik
Hari-hari belakang ini merupakan hari yang bersejarah bagi perjalanan politik rakyat Amerika Serikat. Hal tersebut ditandai dengan konvensi Partai Demokrat dan Partai Republik untuk menetapkan Calon Presiden/Wakil Presiden periode 2008-2012. Partai Demokrat melalui konvensi yang dilaksanakan pada tanggal 25 s/d 28 Agustus di Denver, Colorado menetapkan Barrack Obama–Joseph Biden sebagai Capres/Cawapres. Sedangkan saingannya, Partai Republik, menetapkan John Mc Cain–Sarah Palin sebagai Capres/Cawapres melalui konvensi yang mengambil tempat di St. Paul Minnesota pada tanggal 1 s/d 4 September.
(lagi…)

Kategori: Politik

PAN Utamakan Caleg Tak Berpendidikan

21 Agustus 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Penetapan nomor urut Caleg di DPD PAN Padang Pariaman mengutamakan caleg tak berpendidikan. Ini dibuktikan dengan menempatkan Caleg tamat SLTA di urutan 1 sampai 3. Bahkan ada caleg yang putus SLTP dan melanjutkan Paket B dan C ditempatkan pada posisi nomor 2.

Selanjutnya, untuk nomor besar ditempatkan Caleg berpendidikan S1 dan S2.

Kategori: Politik

PAN tidak Penuhi Kuota Perempuan

21 Agustus 2008 · & Komentar

Partai Amanat Nasional (PAN) tidak memenuhi kuota perempuan 30% sesuai Undang-Undang No 10/2008 tentang Pemilu. Calon legislatif (caleg) perempuan PAN hanya 26% dari 540 caleg.

Kategori: Politik

Potret Caleg

21 Agustus 2008 · & Komentar

GAIRAH elite politik membentuk partai ternyata tidak disertai dengan kemampuan menyiapkan calon anggota legislatif (caleg). Setelah lolos verifikasi dan mendapatkan nomor urut untuk mengikuti pemilu pada 9 April 2009, sebanyak 38 partai peserta pemilu itu justru tertatih-tatih dalam menyusun daftar caleg.
Tertatih-tatih karena sebagian besar partai baru menyerahkan daftar caleg pada detik-detik terakhir menjelang penutupan pendaftaran pada 19 Agustus pukul 24.00 WIB. Bahkan, ada partai yang menyerahkan daftar caleg pada pukul 23.59 atau kurang 1 menit sebelum tenggat. Padahal, masa pendaftaran dibuka sejak 14 Agustus. (lagi…)

Kategori: Politik

Suara Terbanyak Menyalahi UU Pemilu

21 Agustus 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Wakil Ketua Komisi III DPR dari F-PPP Mayasyak Johan menilai kesepakatan internal sejumbal partai menerapkan ketentuan suara terbanyak dalam menentukan caleg terpilih, menyimpang dari aturan main (UU Pemilu) yang akan menimbulkan persoalan hukum pasca pemilu.
(lagi…)

Kategori: Politik

Masyarakat Perlu Pendidikan Politik

16 April 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Masyarakat Sumbar harus terus diberikan pendidikan politik agar tidak salah mengambil keputusan dalam memilih wakil rakyat atau pemimpinnya. ”Kearifan menentukan pilihan tersebut sangat penting karena inilah yang menjadi kelebihan masyarakat Sumatera Barat selama ini,” ujar pengusaha nasional asal Bonjol Kabupaten Pasaman, Hari Ikhlas Majo Lelo Sati. Cicit dari pahlawan Tuanku Imam Bonjol itu berharap kearifan yang mulai hilang tersebut harus kembali dimiliki setiap masyarakat untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, apabila masyarakat cerdas dan arif maka tidak akan salah pilih dalam Pemilu 2009 mendatang.

”Artinya, warga Sumbar harus mampu memilih calon yang tepat untuk duduk di DPR RI . Jika tidak, bukan tidak mungkin, hanya akan menghasilkan wakil yang hanya duduk manis dan tidur-tiduran saat rapat-rapat penting di Senayan. Jadi, wakil di pusat haruslah yang benar-benar memikirkan nasib masyarakat Sumbar. Sepintar apapun dia, yang paling utama adalah kepeduliannya terhadap ranah Minang,” terangnya.
(lagi…)

Kategori: Politik

Kenapa Kita Miskin????

14 Maret 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kata miskin dah ndak asing lagi di telinga kita. bahkan mungkin miskin sudah menjadi suatu penyakit keseharian dan itu menurun (jangan sampe deh). Kadang orang lain berpikir agar kita jgn miskin, tapi justru kita sendiri nggak ada keinginan untuk mengobat penyakit miskin tersebut. bagi pemerintah miskin adalah suatu hal yang harus diberantas.

(lagi…)

Kategori: Politik · Program · Salingka Nagari

Calon Independen Tanpa Uang Jaminan

6 Maret 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kabar gembira bagi siapapun yang berkeinginan maju sebagai calon independen pada Pilkada karena Pemerintah dan DPR sepakat tidak memuat syarat uang jaminan bagi calon independen yang akan maju pada Pilkada. (lagi…)

Kategori: Politik