Tim 9 Galang Hak Menyatakan Pendapat

DI TENGAH gegap gempita kasus mafia pajak Rp24,6 miliar dengan tersangka Gayus Tambunan, Tim 9 selaku inisiator Pansus Angket Kasus Bank Century terus mendorong penggunaan hak menyatakan pendapat.

“Kami akan terus menggalang penggunaan hak menyatakan pendapat. Kami juga sudah mengagendakan pekan depan akan datangi Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata anggota Tim 9 yang juga mantan anggota Pansus Angket Century Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo di Jakarta, kemarin.

Dalam pekan ini, Tim 9 mengagendakan menemui tokoh nasional, antara lain, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif, dan mantan Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi.

Anggota Tim 9 lainnya, yakni mantan anggota Pansus Fraksi Partai Hanura Akbar Faizal dan mantan anggota Pansus Fraksi PKS Mukhammad Misbakhun, menegaskan pihak mereka akan terus bekerja keras mencari dukungan untuk penuntasan kasus megaskandal Century.

Lain halnya sikap fraksi di DPR yang menunggu kerja penegak hukum, seperti disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahyo Kumolo, Sekretaris Fraksi PPP Muhammad Romahurmuziy, Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal, dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ade Komaruddin.

“Kami menginginkan DPR segera membentuk tim pengawas. Tim pengawas inilah nanti yang akan menjadi representasi DPR dalam mengontrol proses hukum,” ungkap Sekretaris F-PG Ade Komaruddin.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan dengan tegas bahwa fraksinya menolak penggunaan hak menyatakan pendapat.

One Response to Tim 9 Galang Hak Menyatakan Pendapat

  1. Sakinah Hutagalung

    Numapng lewat, jangan dihapus Abang sayang, ini untuk pencerahan dan agar TV One belajar, lebih bijak lagi.

    TV One ngawur dan ingin diserang? Uraian TV One pagi ini soal pengunggah video amatir kekerasan Cikeusik sangat tidak mendidik dan mengesankan TV One ingin memonopoli video. Dalam uraian itu TV One pertanyakan siapa Andreas peng-upload video di YouTube.

    Uraian juga mempertanyakan spektis apakah video tersebut dari pihak Ahmadiyah atau lawannya. Sesungguhnya semua itu tidak penting. Setiap orang berhak mengabadikan apapun melalui kamera ia punya.

    Apa maksud TV One membuat uraian tolol itu? Apa hanya TV One yang berhak? Bukankah TV One sudah nomor satu di Indonesia dan bahkan dunia? Lagi-lagi itu kedangkalan TV One, skeptis melulu dan picik. Pembuat video seperti itu jelas orang yang pandai mencium nilai berita. Itulah maka video-video amatir bernilai fakta tinggi tak terbantahkan dan dikagumi.

    TV One jangan picik lagi dalam membuat uraian. Lama-lama Anda bisa diserang orang. Kalau tak mampu bersaing dengan Metro, Anda bubar saja. Anda harusnya berpikir seperti Metro TV dan jangan skeptis ngawur.

    TV One juga bilang video sempat diblokir YouTube. YouTube tidak pernah memblokir video apapun. TV One double ngawur.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s